Thursday, June 10, 2010

Take Home Test MPK Semester 6

PROPOSAL PENELITIAN

 

1.    Judul

Minat Mahasiswa-mahasiswi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) terhadap Penayangan Acara Musik di Televisi

 

     

2.    Latar Belakang Masalah

 

Industri musik di Indonesia sekarang ini sedang berkembang dengan pesatnya. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya kontes-kontes musik yang diadakan oleh banyak stasiun televisi, dari mulai aliran musik dangdut, pop, hingga indie.  Sambutan masyarakat akan munculnya acara ini pun cukup besar, terlihat dari antusias menonton acara-acara musik tersebut secara langsung saat diadakan di mal atau plaza.

Animo masyarakat yang besar  ini seakan dilihat oleh industri media sebagai lahan merengkuh dukungan. Semakin banyak acara musik di stasiun televisi seperti Dahsyat, Inbox, Derings, On The Spot, dan lain sebagainya. Jika dulu, MTV di menjadi sasaran penikmat musik, kini dengan banyaknya acara musik di beragam stasiun televisi, semakin memberikan kemudahan dalam menikmati musik.

Dalam sebuah siaran televisi, host dalam acara tersebut akan saling berinteraksi sehingga publik dapat menilai setiap komunikasi non verbal dan verbal yang dilakukan selama acara berlangsung. Host dalam sebuah acara musik juga menjadi daya tarik bagi penikmat musik, seperti Host acara musik Dahsyat yang dalam kesempatan Panasonic Awards selalu mendapat nominasi sebagai presenter favorit.

Apa yang disampaikan oleh host dalam suatu acara musik akan memengaruhi minat penonton dalam menyaksikan acara musik tertentu sesuai dengan pengaruh yang dimilikinya. Ketertarikan untuk menonton suatu acara musik bukanlah merupakan suatu keharusan, melainkan sesuatu yang dicari karena kebutuhan.

Maka penulis merasa tertarik mengangkat masalah itu sebagai karya tulis.

 

 

3.    Rumusan Masalah

Untuk mempermudah penelitian, penulis berpegang pada rumusan-rumusan masalah di bawah ini.

  1. Seberapa besar minat mahasiswa-mahasiswi UMN terhadap penayangan acara musik?
  2. Apa yang menjadi daya tarik penayangan acara musik?

 

 

4.    Tujuan Penelitian

 

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

1.      Untuk mengetahui besar kecilnya minat mahasiswa-mahasiswi UMN terhadap Penayangan acara musik.

2.      Untuk mengetahui apa yang menarik dari penayangan acara musik.

 

 


5.    Pembatasan Masalah

 

Hal yang akan diteliti oleh penulis adalah minat mahasiswa-mahasiswi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) terhadap penayangan acara musik berdasarkan host dalam acara musik tersebut.

 

 

6.    Manfaat Penelitian

 

Manfaat penelitian ini adalah untuk memberikan sumbangan pemikiran mengenai penayangan acara musik, khususnya bagi mahasiswa-mahasiswi UMN.

 

 

7.    Hipotesis

 

Penulis akan mengajukan dugaan terhadap penelitian sebagai berikut.

1.    Besar kecilnya minat mahasiswa-mahasiswi UMN terhadap penayangan acara musik ditentukan oleh kedekatan psikologis antara mahasiswa-mahasiswi UMN dengan host dalam acara tersebut.

2.    Dengan mengetahui host dalam satu acara, maka akan memengaruhi minat menonton acara musik.

 

 

8.    Kerangka Teori

 

      Daya tarik khalayak televisi pada umumnya lebih senang menyaksikan acara musik karena acara musik biasanya dikemas lebih ‘santai’ dibanding dengan acara lainnya. Selain itu, tayangan hiburan musik lebih menarik minat karena musik sampai hari ini merupakan acara yang cukup digemari dengan banyaknya muncul band dan penyanyi baru.

Musik merupakan salah satu bentuk hiburan yang dapat dinikmati di mana saja dan kapan saja. Hampir dari setiap ponsel kini memiliki fitur pemutar musik, sehingga dapat dikatakan industry media yang berhubungan dengan musik akan terus menjadi tempat yang menjanjikan bagi para pengusaha media.

Acara musik di televisi, tentu berbeda dengan acara musik di radio, hal ini menjadi salah satu daya tarik bagi penikmat musik. Host dalam suatu acara musik akan menjadi menarik, apabila memiliki kemampuan menarik penonton. Meski demikian, bukan tidak mungkin suksesnya sebuah acara musik berkaitan dengan kedekatan penonton dengan hostnya, karena merupakan penggemar dari si pembawa acara.

Terkait dengan Komunikasi sebagai transaksi, ketika mendengarkan seseorang yang berbicara, sebenarnya pada saat itu bisa saja saling mengirimkan pesan secara nonverbal (isyarat tangan, ekspresi wajah, nada suara, dan sebagainya) kepada pembicara. Menafsirkan bukan hanya kata-kata pembicara tadi, namun juga perilaku nonverbalnya. Dua orang atau beberapa orang yang berkomunikasi, saling bertanya, berkomentar, menyela, mengangguk, menggeleng, mendehem, mengangkat bahu, memberi isyarat dengan tangan, tersenyum, tertawa, menatap, dan sebagainya, sehingga proses penyandian (encoding) dan penyandian-balik (decoding) bersifat spontan dan simultan di antara orang-orang yang terlibat dalam komunikasi. Semakin banyak orang yang berkomunikasi, semakin rumit transaksi komunikasi yang terjadi. Bila empat orang peserta terlibat dalam komunikasi, akan terdapat lebih banyak peran, hubungan yang lebih rumit, dan lebih banyak pesan verbal dan nonverbal. 

 

 

9.    Landasan Teori

 

Tahun 1939, tepatnya tanggal 11 mei, untuk pertama kalinya, sebuah pemancar televisi di operasikan di kota Berlin, Jerman. Dengan demikian dunia mulai berkenalan dengan alat komunikasi secara visual. Di Indonesia, TVRI melakukan siaran percobaan pada tanggal 17 Agustus 1962 dengan pemancar cadangan berkekuatan 100 watt. Lalu pada tanggal 24 Agustus 1962 TVRI mengudara untuk pertama kalinya.

Televisi dan hubungan antar personal saling berkaitan karena komunikasi adalah suatu proses personal karena makna atau pemahaman yang diperoleh pada dasarnya bersifat pribadi. Penafsiran atas perilaku verbal dan nonverbal orang lain yang dikemukakan kepadanya juga mengubah penafsiran orang lain tersebut atas pesan-pesan yang disampaikan, dan pada gilirannya, mengubah penafsiran atas pesan-pesannya, begitu seterusnya. Menggunakan pandangan ini, tampak bahwa komunikasi bersifat dinamis. Pandangan inilah yang disebut komunikasi sebagai transaksi, yang lebih sesuai untuk komunikasi tatap muka yang mungkinkan pesan atau respons verbal dan nonverbal bisa diketahui secara langsung.

Masyarakat belajar tentang kebudayaan hanya melalui media. (Gerbner, 1980) Teori ini mengasumsikan bahwa segala yang ada di media merupakan “realitas” yang sesungguhnya. Sehingga masyarakat mempelajari dan mengikuti “realitas” tersebut

Teori ini memfokuskan objek penelitian pada media massa televisi dan efek. Dalam kesimpulannya, masyarakat yang menjadi heavy viewers televisi akan cenderung memiliki sifat kekerasan dan pergaulan bebas dibanding yang bukan heavy viewers.

Dalam Lasswell’s Model (Model Lasswell), teori komunikasi yang dianggap paling awal (1948). Lasswell menyatakan bahwa cara yang terbaik untuk menerangkan proses komunikasi adalah menjawab pertanyaan : Who says in which channel to whom with what effect (Siapa mengatakan apa melalui saluran apa kepada siapa dengan efek apa). Jawaban bagi pertanyaan paradigmatik : Lasswell itu merupakan unsur-unsur proses komunikasi yaitu Communicator (komunikator), Message (pesan), Media (media), Receiver (komunikan/penerima), dan Effect (efek). Adapun fungsi komunikasi menurut Lasswell adalah sebagai berikut :

§  The surveillance of the environment (pengamatan lingkungan)

§  The correlation of the parts of society in responding to the environment (korelasi kelompok-kelompok dalam masyarakat ketika menanggapi lingkungan).

§  The transmission of the social heritage from one generation to the next (transmisi warisan sosial dari generasi yang satu ke generasi yang lain).

Pendekatan uses and gratification mempersoalkan apa yang dilakukan orang pada media, yakni menggunakan media untuk pemuasan kebutuhannya. Umumnya kita lebih tertarik bukan kepada apa yang kita lakukan pada media, tetapi kepada apa yang dilakukan media pada kita. Kita ingin tahun bukan untuk apa kita membaca suratkabar atau menonton televisi, tetapi bagaimana suratkabar dan televisi menambah pengetahuan, mengubah sikap atau menggerakkan perilaku kita. Inilah yang disebut sebagai efek komunikasi massa.

Model used and gratification memandang individu sebagai mahluk suprarasional yang sangat efektif. Ini memang mengundang kritik. Tetapi yang jelas, dalam model ini perhatian bergeser dari proses pengiriman pesan ke proses penerimaan pesan.

Model ini tidak tertarik pada apa yang dilakukan media pada diri seseorang, tetapi ia tertarik pada apa yang dilakukan orang terhadap media. Studi dalam bidang ini memusatkan perhatian pada penggunanaan (uses) media untuk mendapatkan kepuasan (gratifications) atas kebutuhan seseorang.

 

 

10.    Sumber Data

 

            Sumber data yang digunakan antara lain:

a.       Mulyana, Deddy. 2006. Komunikasi : Suatu Pengantar. Bandung: Rosda.

b.      http://apadefinisinya.blogspot.com/2007/12/komunikasi.html

 

 

11. Metode Penelitian

 

11.1 Studi Pustaka

Penulis menggunakan studi pustaka untuk mengumpulkan bahan-bahan yang dijadikan landasan teori dalam melakukan penelitian. Penulis menggunakan metode ini dengan cara mengumpulkan berbagai referensi yang berkaitan dengan tema.

 

11.2 Metode Angket

Angket disebarkan kepada mahasiswa-mahasiswi UMN untuk mengetahui minat mahasiswa-mahasiswi UMN terhadap penayangan acara musik ‘Dahsyat’. Penulis akan menyebarkan angket sebanyak 500 lembar yaitu sama dengan seperempat jumlah mahasiswa-mahasiswi UMN.

 

 

  1. Sistematika Penyajian

 

Penulis menyajikan hasil penelitian dalam sebuah karya tulis yang sistematika penyajiannya sebagai berikut :

Bab I               yaitu pendahuluan, penulis memaparkan mengenai latar belakang masalah yang sesuai dengan tema di atas, rumusan masalah, tujuan penelitian, pembatasan masalah, manfaat penelitian, hipotesis, dan sistematika penyajian.

Bab II             yaitu landasan teori, penulis akan menyajikan teori-teori yang mendukung dalam melakukan penelitian.

Bab III            yaitu metodologi penelitian. Pada bab ini penulis memaparkan mengenai populasi dan sampel penelitian, waktu dan tempat pelaksanaan penelitian, metode dan alat pengumpulan data, dan metode analisis data.

Bab IV            yaitu sajian dan analisis data. Bab ini berisi hasil penelitian atau data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. Penulis akan menganalisis terhadap masalah-masalah berdasarkan data-data yang diperoleh dari penelitian.

Bab V             yaitu penutup. Pada bab terakhir yang berisi saran dan simpulan ini, penulis menyimpulkan uraian sebelumnya dan memberikan saran yang dianggap berguna oleh penulis bagi mereka yang membutuhkan.

 

No comments:

Post a Comment