Thursday, June 10, 2010

Take Home Test MPK semester 6

PROPOSAL PENELITIAN

 

1.    Judul

PEMBERITAAN ISRAEL DAN IRAN DI MEDIA MASSA

Analisis Framing Berita tentang Pemberitaan Pengembangan Nuklir oleh Israel dan Iran di Harian Republika

 

 

2.    Latar Belakang Masalah

Senjata nuklir selama ini disebut-sebut sebagai salah satu senjata pemusnah massal. Bukan hal baru bahwa segala bentuk kepentingan yang berhubungan dengan nuklir sudah pasti menjadi sesuatu yang sensitif. Di Indonesia misalnya, pembangunan PLTN yang sudah direncanakan sejak tahun 80an masih berjalan di tempat karena banyaknya tentangan dari masyarakat.

Bagi Negara-negara lain yang concern terhadap persenjataan perangnya merasa perlu mengembangkan nuklir, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik seperti yang direncakan di Indonesia, melainkan menggunakannya sebagai senjata. Salah satu Negara yang terang-terangan menyatakan kepada dunia sedang mengembangkan nuklir adalah Iran. Banyak media memberitakan tentang tentangan beberapa Negara, seperti Amerika yang menanggapi rencana nuklir Iran ini. Israel yang kini sedang berkonflik dengan Palestina, baru-baru ini secara terbuka menyatakan bahwa Israel juga sedang mengembangkan nuklir.

Media pada dasarnya memiliki independensi kepada masyarakat untuk menyampaikan informasi sebenar-benarnya namun begitu setiap informasi bukan berarti berisi petisi. Biar bagaimana pun, realitas yang ada di media merupakan second hand reality sehingga tentu saja akan terdapat perbandingan antara gaya penulisan satu media dengan lainnya sesuai dengan ‘ideologi’ dari media tersebut.

Republika berkaitan dengan pemberitaan pengembangan nuklir di Iran dan Israel, mengarah pada sikap mendukung dan menolak secara halus untuk keduanya terkait dengan permasalahan Israel dan Palestina.

Dalam prakteknya media terkadang tidak lepas bias sehingga tidak benar-benar memiliki objektivitas dan independensi absolute terhadap pemberitaan tertentu. Hal ini terkait dengan berbagai kepentingan secara ekonomi, ideology, politik, bahkan agama.

 

 

3.    Rumusan Masalah

Untuk mempermudah penelitian, penulis berpegang pada rumusan-rumusan masalah di bawah ini.

1.      Adakah pengaruh pemberitaan di mana ada kedekatan psikologis antara objek yang diberitakan secara golongan tertentu?

2.      Apakah media cetak khususnya Republika memandang nuklir sebagai hal netral untuk kedua belah pihak? (Iran dan Israel)

 

 

4.    Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

1.      Untuk mengetahui adakah pengaruh pemberitaan yang dibuat oleh surat kabar di mana ada kedekatan psikologis antara objek yang diberitakan secara golongan tertentu .

2.      Untuk mengetahui pandangan media cetak, khususnya Republika memandang nuklir sebagai hal netral untuk kedua belah pihak.

 

5.    Pembatasan Masalah

Hal yang akan diteliti oleh penulis adalah pemberitaan yang dibuat oleh surat kabar Republika tentang mengembangan nuklir antara Iran dan Israel.

 

 

6.    Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah untuk memberikan sumbangan pemikiran mengenai pemberitaan pengembangan nuklir oleh dua pihak dari kubu berlawanan dengan mempertahankan independensi.

 

 

7.    Hipotesis

Penulis akan mengajukan beberapa dugaan terhadap penelitian sebagai berikut.

1.      Terdapat pengaruh pemberitaan yang dibuat oleh surat kabar dimana didalamnya terdapat  pemberitaan tentang dua pihak daru kubu berbeda dan kepentingan yang berbeda.

2.      Pandangan media cetak, khususnya Republika,  terhadap pengembangan nuklir oleh Iran dan Israel.

 

 

8.    Kerangka Teori

Perusahaan media diharuskan konsisten dalam independensi penyampaian informasi kepada publik tanpa berpihak pada ideologi apapun. Isu pengembangan nuklir yang dipandang negative oleh masyarakat Indonesia seakan menjadi senjata ampuh untuk memiliki alasan menentang pengembangan nuklir di Israel.

Sedangkan Iran seperti yang media sampaikan, berani mengambil sikap tegas guna mengembangkan nuklir seperti Amerika. Pengembangan nuklir oleh Iran dipandang sebagai suatu kemajuan yang baik, sedangkan untuk Israel, pengembangan nuklir sendiri merupakan usaha untuk semakin kuat untuk menghancurkan Palestina.

Pemberitaan oleh media haruslah independen tanpa terkait kedekatan psikologi antara objek pemberitaan dalam hal apapun. Inilah hal yang coba diangkat oleh penulis, terkait pengembangan nuklir bagi Iran dan Israel, ketika keduanya memiliki sikap yang sama sekali berbeda terhadap Negara muslim Palestina.

Seperti dalam salah satu penelitian di Universitas Andalas tentang ‘Analisis Framing Pemberitaan Penyerangan Israel ke Palestina’ dikemukakan bahwa Konsep ideologi di atas dapat membantu menjelaskan bagaimana kecenderungan media dalam memaknai realitas-realitas sosial-politik, bagaimana serangan Israel ke Jalur Gaza Palestina dibingkai dalam kerangka tertentu, tidak dibingkai dalam bentuk lain, hal ini bukan semata-mata disebabkan skema wartawan, melainkan juga rutinitas kerja dan institusi media yang secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi pemaknaan terhadap suatu peristiwa. Wartawan yang telah hidup dalam sebuah institusi media dengan seperangkat aturan, pola kerja, dan aktivitas masing-masing yang mengharuskan wartawan melihat peristiwa dalam kemasan tertentu.

 

 

9.    Sumber Data

            Sumber data yang digunakan antara lain:

·         artikel berita dari harian Republika baik cetak maupun elektronik.

 

10. Metode Penelitian

v Analisis Framing

Analisis framing secara sederhana dapat digambarkan sebagai analisis untuk mengetahui bagaimana realitas (peristiwa, aktor, kelompok, atau apa saja) dibingkai oleh media. Pembingkaian tersebut tentu saja melalui proses kontruksi. Disini realitas sosial dimaknai dan dikontruksi dengan makna tertentu. Peristiwa dipahami dengan bentukan tertentu. Hasilnya, pemberitaan media pada sisi tertentu atau wawancara dengan orang-orang tertentu. Semua elemen tersebut tidak hanya bagian dari teknis jurnalistik, tetapi menandakan bagaimana peristiwa dimaknai dan ditampilkan.

Media massa pada dasarnya adalah media diskusi publik tentang suatu masalah yang melibatkan tiga pihak: wartawan, sumber berita dan khalayak. Ketiga pihak itu mendasarkan keterlibatannya pada peran sosial masing-masing dan hubungan di antara mereka terbentuk melalui operasionalisasi teks yang mereka konstruksi. Masing-masing pihak menyajikan perspektif untuk memberikan pemaknaan terhadap suatu persoalan agar diterima oleh khalayak. Media massa dilihat sebagai forum bertemunya pihak-pihak dengan kepentingan, latar belakang dan sudut pandang yang berbeda pula. Analisis framing adalah pendekatan untuk mengetahui bagaimana perspektif atau cara pandang yang digunakan oleh wartawan ketika menyeleksi isu dan menulis berita. (Eriyanto dalam Sobur : 2002 : 162)

Robert N. Entman mendefinisikan framing sebagai seleksi dari berbagai aspek realitas yang diterima dan membuat peristiwa itu lebih menonjol dalam suatu teks komunikasi. Dalam banyak hal seperti menyajikan secara khusus definisi terhadap masalah, interpretasi sebab akibat, evaluasi moral dan tawaran penyelesaian sebagaimana masalah itu digambarkan(dalam Melek Media, 2006).

Independen dan objektif merupakan dua kata kunci yang menjadi “kiblat” dan klaim setiap jurnalis di seluruh dunia. Seorang jurnalis selalu menyatakan bahwa dirinya telah bertindak objektif, seimbang dan tidak berpihak pada kepentingan apa pun, kecuali keprihatinan atas hak masyarakat untuk mengetahui kebenaran. Meskipun sikap independen dan objektif menjadi ‘kiblat’ setiap jurnalis, pada kenyataannya sering terdapat berita yang ditampilkan secara berbeda dari sebuah peristiwa yang sama adalah bagaimana media memahami dan memaknai realitas dan dengan cara apa realitas itu ditandakan. Analisis framing termasuk dalam kategori paradigma konstruksionis. . Proses konstruksi realitas yang dilakukan oleh media merupakan usaha “menceritakan” (konseptualisasi) sebuah peristiwa atau keadaan

Analisis Framing merupakan salah satu model analisis alternatif yang bisa mengungkapkan rahasia di balik perbedaan, bahkan pertentangan media dalam mengungkapkan fakta. Analisis framing membongkar bagaimana realitas di bingkai oleh media, melalui analisis framing akan dapat diketahui siapa yang mengendalikan siapa, mana lawan mana kawan, mana patron mana klien, siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan, siapa yang membentuk dan siapa dibentuk dan seterusnya. (Eriyanto, 2002:vi).

Pemberitaan media pada sisi tertentu dan wawancara dengan pihak-pihak tertentu tidak hanya sebagai bagian dari teknik jurnalistik, tapi menandakan bagaimana peristiwa ditampilkan dan dimaknai. Pusat perhatian analisis framing Dengan kata lain, frame dapat dipahami sebagai cara bercerita atau gugusan ide-ide yang terorganisir sedemikian rupa dan menghadirkan kontruksi makna peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan objek suatu wacana. (Robert N. Entman, dalam Eriyanto,2002: 186). Realitas yang disajikan secara menonjol atau mencolok mempunyai kemungkinan besar untuk diperhatikan dan mempengaruhi khalayak dalam memahami suatu realitas. Dalam praktiknya, framing dijalankan oleh media dengan menseleksi isu terentu dan mengabaikan isu yang lain, dan menonjolkan aspek dari isu tersebut dengan menggunakan berbagai strategi wacana-penempatan yang mencolok (menempatkan di headline depan atau di bagian belakang), pengulangan, pemakaian grafis, untuk mendukung dan memperkuat penonjolan, pemakaian label tertentu ketika menggambarkan orang/peristiwa yang diberitakan, asosiasi terhadap simbol budaya, generalisasi, simplifikasi, dan lain-lain.

 

 

12.    Sistematika Penyajian

Penulis menyajikan hasil penelitian dalam sebuah karya tulis yang sistematika penyajiannya sebagai berikut :

v Pada bab I, yaitu pendahuluan, penulis memaparkan mengenai latar belakang masalah yang sesuai dengan tema di atas, rumusan masalah, tujuan penelitian, pembatasan masalah, manfaat penelitian, hipotesis, dan sistematika penyajian.

v Kemudian pada bab II, yaitu landasan teori, penulis akan menyajikan teori-teori yang mendukung dalam melakukan penelitian.

v Selanjutnya adalah bab III, yaitu analisis isi. Pada bab ini penulis memaparkan mengenai artikel-artikel berita dari kedua surat kabar dan menjelaskan satu per satu.

v Kemudian pada bab IV, yaitu penutup. Pada bab terakhir yang berisi saran dan simpulan ini, penulis menyimpulkan uraian sebelumnya dan memberikan saran yang dianggap berguna oleh penulis bagi mereka yang membutuhkan.

No comments:

Post a Comment