Monday, April 12, 2010

Green Peace dan Sinar Mas

Berikut tugas Manajemen Krisis dan Resolusi Konlik

Cari Krisisnya apa dan tahapan krisis

1.    Studi Kasus

-       Aktivis Green Peace Datangi Wisma Nestle

25/03/2010 00:56

Liputan6.com, Jakarta: Kelompok pencinta lingkungan Green Peace berunjuk rasa di Kantor Nestle Indonesia di Wisma Nestle, Jalan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (24/3) siang. Dengan mengenakan atribut baju orangutan dan kemasan cokelat merek Kitkat, pengunjuk rasa sempat cekcok dengan petugas keamanan setempat karena aksi ini menghalangi pintu masuk Wisma Nestle.

Dalam orasinya demonstran mendesak Nestle memutus kontrak dengan suplier minyak kelapa sawit PT Sinar Mas dan menghentikan pembelian produk Sinar Mas dari pihak ketiga seperti Cargill dan IOI. Semua perusahaan penyuplai itu dinilai memiliki perkebunan sawit yang merusak kelestarian hutan dan habitat orangutan.

Menanggapi tuntutan Green Peace, Nestle akan mempelajari tuntutan tersebut. Namun, pihaknya mengaku saat ini sudah memutus kontrak dengan PT Sinar Mas sebagai penyuplai kelapa sawit untuk kebutuhan bahan baku produksi.(ADO)

 

-            Green Peace Desak Nestle Akhiri Semua Kontrak Terkait Sinar Mas

TEMPO Interaktif, Jakarta - Lembaga Swadaya Masyarakat Green Peace meminta Nestle untuk memutuskan semua hubungan dengan perusahaan Sinar Mas Group, trermasuk pembelian dari pihak ketiga yang juga masih menggunakan produk Sinar Mas.

"Pembatalan kontrak langsung dengan Sinar Mas oleh Nestle belum cukup. Mereka harus menghentikan pembelian produk Sinar Mas dari pihak ketiga seperti Cargill dan IOI," tutur Ketua Tim Kampanye Hutan Green Peace Asia Tenggara, Bustar Maitar dalam rilis yang diterima Tempo, Rabu (25/3).

Pekan lalu, Nestle memutus kontrak langsung pembelian minyak kelapa sawit dengan Sinar Mas Group. Pemutusan kontrak merupakan respon atas peluncuran laporan Greenpeae "caught Red-Handed (Tertangkap Basah)" Menurut laporan ini, Nestle telah menggunakan minyak kelapa sawit dari Sinar Mas yang terus melakukan perusakan hutan gambut kaya karbon dan hutan alam yang merupakan habitat orangutan.

Green Peace menyatakan tidak anti terhadap industri kelapa sawit yang menjadi komoditas unggulan Indonesia selama ini. "Green Peace tidak anti industri kelapa sawit, kampanye kami bertujuan untuk menghentikan Sinar Mas merusak hutan alam Indonesia yang masih tersisa," tambah Bustar.

Karena itu, Green Peace meminta Presiden Yudhoyono untuk menerapkan segera moratorium (penghentian sementara) perusakan hutan sebagai implementasi program jangka panjang perlindungan hutan yang didukung dana internasional. Saat ini, Indonesia merupakan negara dengan laju deforestasi tercepat dibanding negara-negara pemilik hutan di dunia. Perusakan hutan juga menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga penghasil gas emisi rumah kaca terbesar di dunia, setelah Cina dan Amerika Serikat. Lebih dari setengah abad 74 juta hektar hutan alam Indonesia telah hancur atau terbakar.

Beberapa hari lalu, pihak Cargill mengancam turut memutus kontrak dengan Sinar Mas. Menurut rilisnya, Cargill masih menunggu respon Sinar Mas Group terkait laporan Green Peace hingga April 2010. "Bila memang terbukti Sinar Mas bersalah tetapi tidak ada tindakan koreksi, maka kami akan memutus kontrak dengan mereka," ujar mereka dalam rilis di situsnya.(Aryani Kristanti)

 

a)    Ciri-ciri Krisis

Isu penghancuran hutan yang dilakukan oleh  suplier minyak kelapa sawit PT Sinar Mas, menimbukan krisis baik secara internal maupun eksternal. Hal ini terlihat dari beberapa ciri krisis yakni dalam hal produk andalan dan konflik.

-          Produk andalan, dengan munculnya isu penghancuran hutan yang dituduhkan oleh Green Peace, beberapa perusahaan besar seperti Unilever dan Nestle memutuskan kontrak secara sepihak dengan  perusahaan suplier minyak kelapa sawit PT Sinar Mas. Meskipun kontrak yang dimiliki kedua perusahaan tersebut tidaklah memiliki nilai yang tinggi, namun begitu peran kedua perusahaan besar ini memiliki andil yang kuat untuk turut memperburuk citra perusahaan suplier minyak kelapa sawit PT Sinar Mas.

-          Konflik, dengan munculnya isu penghancuran hutan oleh perusahaan suplier minyak kelapa sawit PT Sinar Mas, memancing perhatian dari para pecinta lingkungan dan tentu saja komunitas online yang memiliki ketertarikan dalam bidang yang sama. Banyak muncul tulisan di blog dan social media di internet yang menulis berita negative dan juga kritik negative kepada perusahaan suplier minyak kelapa sawit PT Sinar Mas.

 

Contoh (sumber : http://arif-worldscience.blogspot.com/2010/03/meminta-komitmen-penuh-nestle-untuk.html)

Meminta Komitmen Penuh Nestle Untuk Menghentikan Sinar Mas dari Penghancuran Hutan Indonesia

Aktivis Green Peace mengenakan kostum Orangutan melakukan aksi di Kantor Nestle Jakarta untuk mendesak produsen KitKat itu memutus semua hubungan dengan perusahaan perusak hutan Sinar Mas Grup, termasuk pembelian dari pihak ketiga seperti Cargill dan IOI (Loders Croklaan).

  Pekan lalu Nestle memutus kontrak langsung pembelian minyak kelapa sawit dengan perusak lahan gambut terbesar Indonesia Sinar Mas menyusul diluncurkannya laporan Green Peace "Caught Red-Handed (Tertangkap Basah)". (1) Laporan ini mengungkap betapa Nestle menggunakan minyak kelapa sawit dari suplier seperti Sinar Mas, yang terus melakukan perusakan lahan gambut kaya karbon dan hutan alam yang sangat penting untuk habitat orangutan.

"Pembatalan kontrak langsung dengan Sinar Mas oleh Nestle belum cukup. Mereka harus menghentikan pembelian produk Sinar Mas dari pihak ketiga seperti Cargill dan IOI. Nestle mempunyai pengaruh dan tanggung jawab untuk membersihkan seluruh sistem suplai minyak sawit, menyelamatkan rumah terakhir orangutan dan membantu menghentikan peningkatan pesat perubahan iklim akibat perusakan hutan di Indonesia," ujar Bustar Maitar, Team Leader Kampanye Hutan Green Peace Asia Tenggara. 

Indonesia saat ini mempunyai laju deforestasi tercepat dibanding negara-negara yang masih punya hutan di dunia. Perusakan hutan tropis Indonesia untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit dan pulp and paper adalah bencana ekologis dan kontributor utama emisi gas rumah kaca Indonesia, membuat negara ini menjadi negara ketiga terbesar dunia penghasil emisi gas rumah kaca setelah China dan Amerika Serikat.

Sejak lebih dari setengah abad lalu, sudah 74 juta hektar hutan alam Indonesia -atau dua kali lebih besar dari wilayah negara Jerman-telah hancur atau dibakar.

"Green Peace tidak anti industri kelapa sawit, kampanye kami bertujuan untuk menghentikan perusahaan seperti Sinar Mas merusak hutan alam Indonesia yang masih tersisa. Green Peace mendukung komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengurangi emisi Indonesia hingga 41% dengan dukungan internasional. Menghentikan perusakan hutan dan lahan gambut serta menghentikan perusahaan seperti Sinar Mas adalah jalan satu-satunya untuk mencapai ini," Maitar menambahkan.

Green Peace meminta Presiden Yudhoyono untuk menerapkan segera moratorium (penghentian sementara) perusakan hutan yang bermanfaat untuk memberi ruang bagi implementasi program jangka panjang perlindungan hutan yang didukung oleh dana internasional. Moratorium semacam ini juga bisa meningkatkan investasi dan kebijakan yang terkait akan mendorong perbaikan di area perkebunan yang sudah ada, terutama perkebunan yang dimiliki oleh petani sawit skala kecil, serta pengembangan perkebunan di daerah non-hutan.

 

b)   Tahapan-tahapan Krisis

·      Tahap pra krisis (detection)

PT Sinar Mas yang mengolah perkebunan kelapa sawit di Kalimantan mulai beroperasi sejak tahun 1974 beberapa faktor yang menjadi penyebab krisis adalah core product yang rentan terhadap krisis dan kasus pembabatan hutan hutan dijadikan lahan kelapa sawit. Green Peace sebagai LSM lingkungan merasa tindakan PT Sinar Mas telah menyalahi aturan dan undang-undang yang telah ditentukan pemerintah.

·      Tahap warning (prevention)

Pada tahun 2005 terjadi kebakaran hutan di Kalimantan dan Green Peace menuding PT SInar Mas untuk beranggung jawab atas kejadian tersebut. Karena kejadian ini, efek rumah kaca semakin besar dan munculnya penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA). Namun tuduhan Green Peace ini dapat dipatahkan dan terbukti tidak benar, karena kasus kebakaran hutan di Kalimantan tersebut merupakan kecelakaan alam, bukan akibat disengaja ataupun human error. Lalu pada tanggal 19 Maret 2010, Green Peace kembali menuntut PT Sinar Mas karena merusak lingkungan dan menyingkirkan habitan orang utan di Kalimantan.

·      Tahap acute ciris (containment)

Green Peace mengadakan demo besar-besaran untuk memboikot usaha produksi PT Sinar Mas di Kalimantan dan menuntut perusahaan-perusahaan besar seperti Unilever dan Nestle untuk memutuskan kontrak dengan PT Sinar Mas. Meskipun Unilever dan Nestle telah memutuskan kontrak secara sepihak, namun begitu Green Peace tetap menuntut dua perusahaan besar tersebut untuk membuat tindakan tegas terhadap PT Sinar Mas. Selain kampanye untuk mengambil tindakan tegas oleh pemerintah kepada PT Sinar Mas, Green Peace juga berupaya untuk memboikot produk-produk dari perusahaan yang pernah bekerja sama dengan PT Sinar Mas.

·      Tahap clean up (recovery)

Tim Humas PT Sinar Mas melakukan upaya dengan melakukan riset dna pendekatan ke media massa baik local, maupun internasional. PT Sinar Mas berusaha mendapatkan kepercayaan masyarakat kembali dengan membuktikan bahwa tuduhan Green Peace tidak benar.

PT Sinar Mas juga kembali membuat kampanye Earth Hour untuk kedua kalinya untuk menunjukkan bahwa PT Sinar Mas ikut berpartisipasi menyelamatkan bumi, secara tidak langsung ingin menunjukkan bahwa PT Sinar Mas tidak akan melakukan pembakaran hutan dan merusak lingkungan.

·      Tahap post ciris (learning)

Pada tahap ini, kepercayaan terhadap PT Sinar Mas perlahan-lahan mulai kembali diberikan oleh masyarakat. Suplier minyak kelapa sawit PT Sinar Mas, kembali melakukan kegiatan media relations dan community relations untuk mendukung kegiatan perusahaan.

 

c)    Sumber Krisis

Empat criteria sumber krisis adalah :

-          Bencana alam

-          Teknis

-          Human Error

-          Keputusan Manajemen

Dari kasus PT. Sinar Mas, sumber krisis sebenarnya bersumber pada bencana alam, yakni kebakaran hutan. Faktor eksternal yang mendukung adalah environmental issues yakni global warming warning dan efek rumah kaca yang saat ini sedang marak digalakkan oleh LSM-LSM pecinta lingkungan, salah satuya Green Peace.

d)   Dampak/Akibat Krisis

o   Pemutusan kontrak secara sepihak oleh Unilever dan Nestle serta beberapa perusahaan besar lainnya.

o   Demo besar-besaran oleh LSM lingkungan.

o   Menurunnya kredibilitas perusahaan di mata masyarakat dan juga rekan perusahaan.

o   Citra dan reputasi perusahaan menjadi buruk di mata masyarakat karena banyaknya pemberitaan negatif baik melalui media elektronik maupun cetak. Serta banyaknyha kritik negative yang disebar melalui media online seperti blog dan forum.

 

2.    5 W 1 H

a)    Who

PT Sinar Mas merupakan perusahan no sati di Indonesia penghasil minyak dan bubur kertas. Saat ini sedang ditimpa krisis reputasi dan citra akibat isu lingkungan yang merebak, bahwa SInar Mas melakukan pengerusakan hutan. Tuduhan yang diberikan oleh Green Peace tersebut membuat kredibilitas Sinar Mas menjadi turun. Green Peace mengadakan kampanye besar-besaran untuk menjatuhkan Sinar Mas, dengan tuntutan agar Sinar Mas menghentikan aksi pengerusakan hutan di Kalimantan. Kampanye yang dilakukan Green Peace tidak hanya dilakukan dengan demo di depan Gedung Sinar Mas di Jakarta, melainkan juga melalui jaringan internet, dengan menulis di blog dan social media.

b)   What

Pengerusakan hutan bukanlah tuduhan pertama yang didapatkan oleh Sinar Mas, tuduhan yang hampir serupa pernah ditudingkan oleh Green Peace sebelumnya, bahwa Sinar Mas melakukan pengerusakan hutan dengan membakar hutan di Kalimantan sehingga merusak ekosistem dan lingkungan. Perseteruan antara Green Peace dan Sinar Mas bukanlah kali pertama, meski begitu selama ini Sinar Mas mampu membuktikan bahwa apa yang dituduhkan oleh Green Peace salah.

c)    When/Where

Pengerusakan hutan di Kalimantan yang terjadi sekitar tahun … sebenarnya bukanlah tanggung jawab Sinar Mas. Sinar Mas sendiri mengaku telah mengikuti aturan dan prosedur yang ada sehingga yakin bahwa kegiatan perusahaannya di sana sama sekali tidak melanggar aturan dan membahayakan lingkungan seperti yang dituduhkan oleh Green Peace. Kebakaran hutan sendiri dapat terjadi dari dalam tanah, di lahan gambut saat musim kemarau. Hal disebabkan oleh faktor lingkungan dan bukanlah merupakan kesengajaan yang dibuat.

d)   Why

Sinar Mas merupakan perusahaan yang bergerak di bidang … rentan terhadap isu lingkungan yang sekarang ini banyak mendapat perhatian penduduk dunia karena efek rumah kaca semakin meningkat pertahunnya. Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki

e)    How

Saat menghadapi krisis ini, Sinar Mas sudah bertindak cepat dengan menanggapi tuntutan Green Peace, namun begitu sayangnya, Sinar Mas tidak tanggap secara online. Saat ini seorang PR atau kegiatan PR haruslah berintegral secara utuh dan cepat dengan jaringan internet. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan seseorang mendapatkan serta membuat informasi secara cepat meski dengan akurasi yang kurang meyakinkan. Isu pengerusakan hutan yang dituduhkan kepada Sinar Mas merupakan sebuah ancaman besar terhadap reputasi perusahaan. Green Peace yang memiliki pendukung banyak di dunia maya dapat dengan mudah menyebarkan isu tersebut dan hanya dalam hitungan jam merubuhkan kredibilitas Sinar Mas. Tulisan-tulisan yang terpampang di blog maupun menjadi pembicaraan di forum dan milis-milis  yang berisi informasi negative mengenai Sinar Mas akan dengan mudah sampai ke khalayak publik sehingga membentuk reputasi negative.

Dampak reputasi yang buruk yang menimpa suplier minyak kelapa sawit PT Sinar Mas, tidak hanya berakibat pada menurunnya kredibilitas PT Sinar Mas di mata masyarakat, melainkan juga menimbulkan menurunnya kredibilitas perusahaan yang bekerja sama dengan PT Sinar Mas. Hal ini membuktikan bahwa reputasi adalah hal yang intangible. Isu lingkungan ini sebenarnya hanya menimpa suplier minyak kelapa sawit PT Sinar Mas, namun karena beberapa perusahaan besar bekerja sama dengan suplier minyak kelapa sawit PT Sinar Mas, juga turut terkena imbas jatuhnya reputasi.

No comments:

Post a Comment