Saturday, October 10, 2009

Rangkuman Bab II dan III buku Filsafat-

BAB II

 

The Need for System of Ethics

Membentuk stabilitas sosial : Etika merupakan dasar dari peradaban manusia sehingga kehadirannya sangat dibutuhkan untuk stabilitas sosial. Sistem etika dibutuhkan untuk membangun kerjasama dan kepercayaan antar masing-masing individu yang berinteraksi dalam lingkungan sosial. Setiap individu saling bergantung satu sama lain sehingga masing-masing memiliki semacam kesepakatan untuk melakukan sesuatu karena ada kepentingan pada masing-masing individu.

Membangun hirarki moral : Sistem etika dapat membantu individu untuk menentukan hal-hal yang menjadi kebutuhan utamanya. Hal ini berkaitan dengan moral (antara yang baik dna buruk). Hirarki moral ini merupakan gambaran dari pentingnya norma-norma yang ada dalam masyarakat. Norma-norma itu menjadi prioritas bagi individu.

Menyelesaikan konflik : Sistem etika dibutuhkan untuk menyelesaikan konflik antar individu.

Mengklarifikasi nilai : setiap tindakan yang dilakukan oleh individu memiliki nilai tersendiri, oleh sebab itu, sistem etika berguna untuk menilai dan mengklarifikasi sebuah tindakan yang terjadi. Tindakan-tindakan tersebut diklarifikasikan dengan menentukan itu baik atau tidak, patut atau tidak.

 

The Functions of The Media Within Ethical System.

Pengaruh media yang besar dapat menentukan apa saja tindakan penting yang diambil oleh audience. Melalui media, audience akan dapat mengetahui apa saja yang baik dan sebaliknya sehingga dapat menentukan tindakan apa-apa saja yang baik dilakukan. Dapat dikatakn bahwa media menjadi contoh bagi audience untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu.

Fungsi media :

·         Sumber informasi

·         Media komunikasi

·         Hiburan

 

Requirements of a System of Ethics

Shared Values

Dalam sistem etika ada yang disebut ethical judgement (penilaian etika). Dimana nilai tertentu dianggap sebagai satu nilai yang satu oleh individu. Satu nilai tersebut memiliki makna yang sama sehingga nilai-nilai tersebut tidak hanya dimiliki oleh satu individu saja.

Wisdom

Nilai etika haruslah merupakan nilai bersama yang berlaku sosial. Nilai ini merupakan wujud keseimbangan sosial sehingga nilai yang disebut norma itu masuk akal dan bisa diterima.

Justice

Sistem etika merupakan keseimbangan, sehingga individu haruslah diperlakukan sama, tidak ada perbedaan. Nilai tersebut membentuk perlakuan sama terhadap orang-orang dalam penyelesaian masalah.

Freedom of Choice

Etika memberikan kebebasan untuk dapat memilih tindakan maupun pemikiran.

Accountability

Setiap individu haruslah dapat mempertanggungjawabkan setiap tindakannya, itulah sistem etika.

 

Moral Duty

Dua jenis tanggung jawab moral

1.    General Ethical Obligations,

Adalah tanggung jawab moral untuk menaarti norma (aturan) yang memang harus ditaati dan hanya bisa dilanggar pada kondisi tertentu.

2.    Particularistic Obligations

Adalah tanggung jawab moral berupa menaati norma (aturan) yang berlaku khusus pada situasi tertentu, misalnya dosen kepada mahasiswanya.

 

The Nexus of Law and Ethics

Bentuk dari hukum dan etika adalah prinsip etika yang berkembang di masyarakat. Bentuknya berupa undang-undang hukum pidana untuk perbuatan-perbuatan seperti membunuh, mencuri, menipu, dll.

 

Institution and Social Responsibility

Etika dan moral tidak hanya melekat pada individu melainkan juga pada indtitusi. Bentuknya berupa social responsibility untuk stakeholder dan shareholder. Social responsibility mengarah pada komitmen tanggung jawab tindakan institusi itu sendiri tentang suatu hal.

Meskipun dasarnya adalah untuk melayani pemegang saham dan pemegang kepentingan, Bentuk social responsibilty dapat berupa memberikan pelayanan ekstra terhadap orang yang merasa tidak puas pada kinerja institusi.

 

Social Responsibilty in The Media

Saat ini institusi media massa juga mendapat tuntutan untuk melakukan social responsibility. Sebelumnya media tidak memiliki social responsibilty nanun begitu, kini media sadar bahwa masing-masing memiliki tugas moral, yaitu social responsibilty

Proses social responsibilty media yaitu dengan meyakinkan pihak petinggi media untuk memperhatikan social responsibilty. Dengan memperhatikan social responsibilty maka akan dapat mmeberikan pengaruh bai perusahaan terutama bagi image  perusahaan. Tidak hanya itu, dengan social responsibilty pun secara tidak langsung indtitusi mendekatkan diri kepada publik.

Munculnya kesadaran media akan social responsibilty terlihat dalam tiga hal yaitu:

·      Aturan (norma etika) yang diciptakan untuk mengatur tindakan-tindakan institusi media.

·      The Ombudsmen System adalah sebuah sistem di mana media memiliki peran sebagai mediator.

·      News Council, lembaga yang terbentuk dengan tujuan untuk menginverstigasi keluhan audience kepada media, menginvestigasi hukuman yang diberikan, dan kemudian mempublikasikannya. 

No comments:

Post a Comment