Saturday, May 30, 2009

Masculine & Feminine

Masculine dan Feminine Cultures

Contoh kasus Masculine :
Indonesia awalnya adalah sebuah negara yang terkenal dengan keramahan masyarakatnya yang bisa disebut memiliki Feminine Cultures. Namun seiring berubahnya waku, budaya itupun perlahan-;ahan menghilang. Apalagi di Jakarta yang saat ini yang menjadi pusat informasi bagi masyarakat Indonesia. Kehidupan masyarakat Indonesia kini sebagian besar menjadi maskulin. Menjadi agresif serta sulit menerima pendapat yang berbeda. Sehingga masalah kecil dapat menjadi konflik.
Contoh: Catherine Wilson adalah seorang model yang memiliki gaya hidup moderen. Dia berseteru dengan seorang artis yang juga memiliki gaya hidup yang sama di dunia entertainment, Andy Soraya. Konflik yang muncul diantara mereka berawal dari isyu media yang mengatakan bahwa Catherine Wilson merupakan tamu yang tidak diundang dalam sebuah dimana Andy Soraya menjadi Event Organizernya. Masalah ini merupakan masalah sederhana yang diangkat media sedemikian rupa sehingga berubah menjadi konflik anatar dua orang yang memiliki profesi hampir sama. Latar belakang keduanya merupakan orang Indonesia merupakan masyarakat yang bergotong royong dan musyawarah dan penyelesaian masalahnya seharusnya dapat melalui mediasi atau sejenisnya, datangnya justru melalui jalur hukum yang dapat membangkirkan konflik yang lebih besar diantara keduanya.
Hal ini menujukan bahwa budaya maskulin kini pelan-pelan telah menggerogoti budaya Indonesia.

Contoh kasus Feminine :
Feminine Culture mengarah pada masyarakat yang senang bersosialisai dan juga memiliki hubungan antarpribadi yang baik dengan masing-masing individunya.
Contohnya masyarakat Yogyakarta. Walaupun sebagian besar telah mengenyam budaya yang moderen namun tidka meninggalakan budaya-budaya yang sudah menjadi tradisi, seperti gotong royong dan musyawarah. Dalam menyelesaikan konflik tidak menggunakan cara yang keras sehingga meminimalisir timbulnya konflik.
Contohnya ketika merayakan ritual Grebegan. Masyarakat Yogja masih bahu-membahu untuk merayakannnya bersama sehingga masih terlihat dengan jelas bahwa masyaeakat Yogya masih memiliki budaya feminine.

1 comment:

  1. Tulisan yang bermanfaat ..., terima kasih
    informasinya ...., ^_^

    ReplyDelete